Menu

Dijual Rumah Tua di Tanjung Duren, Properti Lama dengan Ruang untuk Ide Baru

Admin
Admin27 Agustus 2026
sumber : canva.com

Dijual Rumah Tua di Tanjung Duren, Properti Lama dengan Ruang untuk Ide Baru - Rumah tua sering kali dianggap sebagai properti yang membutuhkan banyak pekerjaan. Cat mulai kusam, desainnya tidak lagi mengikuti kebutuhan keluarga masa kini, pembagian ruang terasa kurang efisien, atau bangunannya memang sudah berusia cukup lama. Namun, di kawasan seperti Tanjung Duren, justru ada sisi lain yang menarik: yang dibeli bukan hanya rumahnya, tetapi lokasi dan tanahnya.


Rumah lama di Tanjung Duren dapat menjadi pilihan bagi pembeli yang tidak terlalu membutuhkan bangunan siap huni dan justru ingin memiliki ruang untuk menciptakan rumah dengan konsep sendiri. Bangunan yang sudah tidak sesuai kebutuhan dapat direnovasi, ditata ulang, atau bahkan dibongkar untuk membangun hunian baru dari awal.


Tanjung Duren sendiri merupakan kawasan yang sudah memiliki ekosistem perkotaan yang matang. Di sekitarnya terdapat pusat perbelanjaan, kampus, sekolah, rumah sakit, pasar, kuliner, serta akses transportasi umum. Universitas Tarumanagara bahkan mencatat bahwa kawasan di sekitar kampusnya memiliki akses ke TransJakarta, Stasiun Grogol, Tol Dalam Kota, serta pusat perbelanjaan seperti Central Park, Mall Taman Anggrek, Neo Soho, dan Mal Ciputra.


Rumah Tua Bisa Menjadi “Kanvas Kosong” di Tengah Jakarta Barat


Ada perbedaan besar antara membeli rumah tua di kawasan yang sedang berkembang dan membeli rumah tua di kawasan yang sudah memiliki kehidupan kota seperti Tanjung Duren.


Kalau lokasinya belum terbentuk, renovasi rumah saja belum tentu membuat properti tersebut menarik. Sebaliknya, di Tanjung Duren, berbagai fasilitas sudah berada di sekitar kawasan sehingga pekerjaan utama pembeli adalah menentukan apa yang ingin dilakukan terhadap properti tersebut.


Bangunan lama bisa diubah menjadi rumah keluarga dengan desain modern, rumah dua atau tiga lantai, rumah dengan ruang kerja, hunian untuk keluarga besar, bahkan properti produktif seperti rumah kost atau kontrakan, selama kondisi lahan, peraturan, akses, dan perizinannya memungkinkan.


Karena itu, rumah tua di Tanjung Duren lebih menarik jika dilihat sebagai kesempatan untuk mengubah properti lama menjadi aset yang sesuai dengan kebutuhan baru.


Jangan Hanya Melihat Kondisi Bangunan, Perhatikan Tanahnya


Ketika melihat rumah tua, calon pembeli sering langsung fokus pada kondisi bangunan. Padahal, untuk properti yang memang direncanakan direnovasi atau dibangun ulang, hal yang jauh lebih penting adalah kondisi dan nilai lahannya.


Luas tanah, bentuk bidang, posisi rumah, lebar muka, akses kendaraan, lebar jalan, lingkungan sekitar, serta status sertifikat perlu diperiksa sejak awal. Rumah dengan bangunan sederhana tetapi mempunyai tanah yang bagus bisa saja lebih menarik daripada rumah yang tampak mewah tetapi berdiri di atas lahan yang sulit dikembangkan.


Inilah alasan rumah tua kadang mempunyai daya tarik tersendiri bagi pembeli yang memiliki visi jangka panjang. Bangunan yang terlihat “biasa saja” dapat menyimpan potensi apabila lahannya berada di lokasi yang tepat.


Tanjung Duren Sudah Dikelilingi Pusat Aktivitas Kota


Salah satu alasan rumah tua di Tanjung Duren layak diperhitungkan adalah lingkungan di sekitarnya tidak bergantung pada satu fasilitas saja.


Untuk pusat perbelanjaan, terdapat Central Park Mall, Mall Taman Anggrek, dan Mal Ciputra Jakarta (Citraland). Ketiganya berada di kawasan sekitar Tanjung Duren dan memberikan akses terhadap berbagai kebutuhan belanja, kuliner, hiburan, hingga lifestyle. Universitas Tarumanagara juga menyebut Central Park, Mall Taman Anggrek, Neo Soho, dan Mal Ciputra sebagai bagian dari fasilitas publik di sekitar kawasan kampusnya.


Bagi penghuni rumah, keberadaan fasilitas tersebut membuat kehidupan sehari-hari lebih praktis. Bagi investor, pusat aktivitas seperti ini juga penting karena ikut menjaga daya tarik kawasan bagi orang yang ingin tinggal maupun bekerja di Jakarta Barat.


Dekat Sekolah, Cocok untuk Konsep Rumah Keluarga


Rumah tua yang dibeli untuk direnovasi juga dapat menjadi pilihan menarik bagi keluarga yang menginginkan hunian dengan karakter sendiri.


Di Tanjung Duren terdapat SMAK 1 PENABUR Jakarta (Tanjung Duren) dan PENABUR Intercultural SchoolTanjung Duren (PISTD) di Jalan Tanjung Duren Raya. Selain itu, terdapat pula beberapa sekolah dasar seperti SDN Tanjung Duren Utara 02 dan SDN Tanjung Duren Utara 06 Pagi.


Kehadiran sekolah dalam kawasan membuat rumah di sini relevan bagi keluarga yang mempertimbangkan perjalanan anak ke sekolah. Bahkan ketika rumah lama membutuhkan renovasi, pembeli dapat sekaligus mendesain ulang ruang sesuai kebutuhan keluarga, misalnya membuat kamar anak yang lebih luas, ruang belajar, area bermain, atau ruang kerja orang tua.


Pasar Kopro Membuat Kebutuhan Harian Tidak Bergantung pada Mall


Kawasan perkotaan yang baik bukan hanya memiliki mall. Pasar tradisional juga tetap mempunyai fungsi penting dalam kehidupan sehari-hari.


West Tomang Traditional Market berada di Jalan Tanjung Duren Raya dan menjadi salah satu tempat masyarakat mendapatkan kebutuhan sehari-hari. Di sekitar Pasar Kopro juga terdapat berbagai pedagang kebutuhan pangan dan sayuran.


Ini mungkin terdengar sederhana, tetapi justru menjadi nilai praktis sebuah lokasi hunian. Untuk membeli kebutuhan dapur, penghuni tidak selalu harus pergi ke pusat perbelanjaan besar. Kebutuhan sehari-hari dapat diperoleh dari lingkungan sekitar.


Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan Juga Mudah Dijangkau


Untuk rumah yang direncanakan menjadi hunian jangka panjang, fasilitas kesehatan merupakan salah satu pertimbangan yang tidak kalah penting.


Di sekitar Tanjung Duren terdapat RS Royal Taruma, sementara kawasan yang lebih luas di Grogol Petamburan juga memiliki berbagai fasilitas kesehatan lainnya. Universitas Tarumanagara secara resmi menyebut Rumah Sakit Royal Taruma dan Rumah Sakit Sumber Waras sebagai bagian dari fasilitas publik di sekitar kawasan kampusnya.


Artinya, pembeli rumah tua tidak hanya membeli properti di lingkungan yang memiliki pusat hiburan, tetapi juga berada dalam ekosistem kota dengan fasilitas kesehatan yang sudah berkembang.


Dekat Kampus Membuka Kemungkinan Penggunaan yang Lebih Fleksibel


Tanjung Duren juga memiliki karakter sebagai kawasan pendidikan. Universitas Tarumanagara, Universitas Trisakti, BINUS, UKRIDA, dan sejumlah institusi pendidikan lain berada di sekitar kawasan.


Hal ini penting jika rumah tua yang dibeli tidak hanya direncanakan untuk ditempati sendiri. Rumah dengan tanah dan konfigurasi tertentu mungkin dapat dipertimbangkan untuk dikembangkan menjadi kost, kontrakan, atau hunian sewa.


Namun, calon pembeli tetap harus melihat aturan zonasi, perizinan, kondisi bangunan, kebutuhan parkir, serta karakter lingkungan sebelum menentukan fungsi baru. Potensi penggunaan tidak otomatis berarti semua jenis pengembangan diperbolehkan.


Baca Juga : Jual Rumah Jakarta Barat: Investasi Properti dengan Nilai Tinggi


Berapa Harga Rumah Tua di Tanjung Duren?


Harga rumah tua di Tanjung Duren tidak bisa dipukul rata karena perbedaan luas tanah dan posisi dapat menghasilkan selisih yang sangat besar.


Sebagai gambaran pasar, listing rumah di Tanjung Duren yang pernah dipublikasikan BeliRumah berada mulai dari sekitar Rp1,25 miliar untuk properti dengan luas tanah 47 m², sekitar Rp1,75 miliar untuk tanah 52 m², hingga kisaran Rp2,7–Rp2,99 miliar untuk beberapa rumah dengan luas dan konfigurasi yang lebih besar.


Untuk properti dengan lahan lebih luas, harganya dapat meningkat menjadi sekitar Rp4,5 miliar, bahkan properti dengan tanah sekitar 700 m² pernah ditawarkan di atas Rp20 miliar.


Rentang tersebut memperlihatkan bahwa ketika mencari rumah tua, jangan hanya menggunakan “harga rumah” sebagai patokan. Untuk properti yang akan dibangun ulang, harga per meter tanah justru menjadi salah satu angka yang lebih penting untuk dihitung.


Mengapa Harga Tanah Menjadi Penting?


Bayangkan Anda menemukan dua rumah tua dengan harga sama-sama Rp3 miliar. Rumah pertama berdiri di atas tanah 70 m², sementara rumah kedua memiliki tanah 150 m². Kalau keduanya sama-sama membutuhkan renovasi besar, nilai bangunannya mungkin tidak menjadi pembeda utama.


Dalam situasi seperti itu, tanah menjadi faktor yang sangat menentukan. Rumah dengan tanah lebih luas memberikan ruang lebih besar untuk merancang ulang bangunan, membuat taman, memperbesar ruang keluarga, menambah kamar, atau menciptakan fungsi lain sesuai kebutuhan.


Karena itu, ketika melihat rumah tua, pertanyaan yang lebih tepat bukan hanya “berapa harga rumahnya?”, tetapi juga “berapa harga tanah yang saya dapatkan?”


Rumah Lama Tidak Selalu Berarti Harus Dibongkar


Menariknya, membeli rumah tua tidak otomatis berarti seluruh bangunan harus dihancurkan. Ada rumah lama yang struktur utamanya masih cukup baik dan hanya membutuhkan peremajaan. Dinding dapat dicat ulang, lantai diganti, kamar mandi diperbarui, dapur dibuat lebih modern, pencahayaan diperbaiki, dan tata ruang disesuaikan.


Pendekatan seperti ini bisa lebih efisien daripada membangun dari nol. Sebaliknya, jika struktur bangunan memang sudah tidak ekonomis untuk dipertahankan, pembongkaran total dapat menjadi pilihan.


Keputusan tersebut sebaiknya dibuat setelah pemeriksaan struktur oleh tenaga profesional, bukan hanya berdasarkan tampilan rumah.


Konsep Renovasi Bisa Disesuaikan dengan Gaya Hidup


Rumah lama biasanya mempunyai pembagian ruang yang dibuat untuk kebutuhan generasi sebelumnya. Kamar mungkin lebih kecil, dapur terpisah, ruang keluarga terbatas, dan tidak tersedia ruang kerja.


Renovasi memberikan kesempatan untuk membalik semuanya. Rumah dapat dirancang menjadi hunian dengan konsep open-plan, memiliki ruang kerja di lantai dua, kamar utama dengan kamar mandi dalam, area laundry yang lebih praktis, taman belakang, atau bahkan rooftop apabila struktur dan aturan bangunan memungkinkan.


Dengan demikian, pembeli tidak sekadar memperbaiki rumah lama. Mereka sebenarnya sedang menciptakan rumah baru di atas lokasi yang sudah matang.


Perhatikan Akses Jalan Sebelum Membeli


Ini salah satu hal yang sangat penting ketika membeli rumah tua. Rumah mungkin terlihat menarik di foto, tetapi bagaimana kondisi jalannya? Apakah mobil dapat masuk? Apakah dua mobil dapat berpapasan? Bagaimana akses ketika hujan? Apakah tersedia tempat parkir? Apakah material bangunan mudah dibawa masuk apabila rumah akan direnovasi?


Pertanyaan tersebut menjadi semakin penting jika rencananya adalah membangun ulang. Rumah dengan lokasi bagus tetapi akses konstruksinya sulit dapat membuat biaya renovasi meningkat. Karena itu, survei lapangan sebaiknya dilakukan sebelum membuat keputusan.


Akses Transportasi Menjadi Nilai Tambah


Kawasan sekitar Tanjung Duren juga mempunyai beberapa pilihan transportasi umum. Universitas Tarumanagara mencatat akses sekitar kampus berupa Halte TransJakarta Grogol 2 sekitar 100 meter, Stasiun Commuterline Grogol sekitar 700 meter, feeder TransJakarta, JakLingko, serta akses ke Tol Dalam Kota ruas Cawang-Grogol.


Bagi calon penghuni yang tidak selalu menggunakan mobil pribadi, kondisi tersebut memberikan alternatif mobilitas yang cukup penting.


Rumah tua yang lokasinya berada di lingkungan seperti ini dapat memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan rumah dengan kondisi bangunan lebih baru tetapi akses transportasinya lebih terbatas.


Rumah Tua Bisa Menjadi Pilihan untuk Pembeli yang Ingin “Membangun Rumah Sendiri”


Tidak semua orang ingin membeli rumah yang sudah jadi. Ada pembeli yang justru ingin menentukan sendiri warna dinding, jenis lantai, posisi tangga, ukuran kamar, jumlah kamar mandi, desain dapur, taman, sampai pencahayaan.


Untuk tipe pembeli seperti ini, rumah tua dapat menjadi alternatif yang menarik. Anda memperoleh lahan di kawasan yang sudah terbentuk, kemudian memiliki kesempatan untuk mengubah bangunan sesuai kebutuhan.


Itulah mengapa judul “ruang untuk ide baru” sebenarnya sangat tepat untuk menggambarkan rumah tua di Tanjung Duren.


Yang lama tidak harus dipertahankan seluruhnya. Yang dipertahankan bisa saja hanya lokasinya.


Sebelum Membeli, Hitung Total Biaya Renovasi


Harga beli bukan satu-satunya modal. Jika rumah tua ditawarkan Rp2,5 miliar tetapi membutuhkan renovasi Rp1 miliar, maka modal sebenarnya sudah mendekati Rp3,5 miliar, belum termasuk biaya transaksi, desain, perizinan, pekerjaan tambahan, serta kemungkinan biaya tak terduga. Karena itu, sebaiknya buat estimasi renovasi sebelum melakukan penawaran.


Bandingkan pula dengan membeli rumah yang kondisinya sudah lebih baik di kawasan yang sama. Kadang membeli rumah tua memang lebih murah, tetapi setelah ditambah renovasi ternyata total biaya akhirnya mendekati harga rumah yang sudah siap huni.


Sebaliknya, apabila harga tanahnya sangat menarik dan desain yang ingin dibuat memang membutuhkan pembangunan besar, rumah tua bisa menjadi pilihan yang lebih masuk akal.


Tanjung Duren Memberikan Ruang untuk Lebih dari Satu Strategi


Rumah tua di Tanjung Duren tidak harus memiliki satu tujuan. Pembeli pertama mungkin ingin mengubahnya menjadi rumah keluarga modern. Pembeli kedua mungkin ingin membangun rumah kos.


Pembeli ketiga mungkin mencari tanah untuk membangun properti baru. Pembeli keempat mungkin ingin mempertahankan sebagian bangunan lama karena memiliki nilai sentimental atau arsitektural.


Selama kondisi properti dan aturan yang berlaku memungkinkan, fleksibilitas inilah yang menjadi salah satu daya tarik rumah lama.


Cari Rumah Tua Tanjung Duren Berdasarkan Potensi, Bukan Penampilan


Rumah tua memang tidak selalu langsung terlihat menarik. Foto listing mungkin memperlihatkan cat yang mengelupas, furnitur lama, halaman yang tidak tertata, atau bangunan yang membutuhkan banyak perbaikan.


Tetapi justru karena itulah properti tersebut perlu dilihat dengan cara yang berbeda. Bayangkan bukan bagaimana rumah tersebut terlihat hari ini, melainkan apa yang bisa menjadi hasil akhirnya.


Apakah tanahnya cukup untuk rumah dua lantai? Apakah bisa dibuat empat kamar tidur? Apakah akses jalannya mendukung? Apakah lokasinya dekat fasilitas yang dibutuhkan keluarga? Apakah harga tanahnya masuk akal dibandingkan properti di sekitar?


Pertanyaan-pertanyaan tersebut jauh lebih berguna daripada sekadar menilai apakah rumahnya terlihat cantik.


Pilihan untuk Pembeli yang Tidak Takut Memulai dari Awal


Rumah tua di Tanjung Duren cocok untuk tipe pembeli yang melihat properti sebagai proyek jangka panjang.


Anda mungkin harus mengeluarkan biaya tambahan untuk renovasi. Anda mungkin perlu mengurus desain, tukang, perizinan, dan berbagai detail pembangunan. Tetapi sebagai gantinya, Anda mendapatkan kesempatan untuk menciptakan properti yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan.


Dan yang paling menarik, semua itu dilakukan di lingkungan yang sudah memiliki sekolah, kampus, pusat belanja, pasar, rumah sakit, kuliner, dan transportasi.


Jadi, rumahnya boleh tua, tetapi lokasinya tidak harus ikut menjadi tua.


Temukan Listing Rumah Tanjung Duren di BeliRumah


Bagi yang sedang mencari rumah tua untuk direnovasi atau dibangun ulang, listing di BeliRumah.co dapat menjadi titik awal untuk membandingkan harga, luas tanah, luas bangunan, serta lokasi. Status dan harga properti dapat berubah, sehingga informasi listing tetap perlu dikonfirmasi kepada penjual sebelum survei maupun transaksi.


Pada akhirnya, membeli rumah tua di Tanjung Duren bukan semata-mata keputusan untuk memiliki bangunan lama. Ini bisa menjadi keputusan untuk mendapatkan lahan di salah satu lingkungan Jakarta Barat yang telah memiliki aktivitas kota yang lengkap, lalu memberikan kesempatan kepada pemilik berikutnya untuk menentukan cerita baru bagi properti tersebut.


Catatan: harga properti yang disebutkan merupakan harga penawaran/listing dan bukan harga transaksi final. Kondisi, legalitas, harga, dan ketersediaan rumah perlu diverifikasi langsung sebelum mengambil keputusan.

Berikan Komentar 👋🏻

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan

Bingung mau cari properti dimana?

Segera kunjungi BeliRumah.co untuk melihat ribuan listing properti menarik untukmu!

BeliRumah Iklankan
Iklankan properti yang akan dijual dan disewa di BeliRumah Aja!
Powered